Berita Utama

BUMDES, Wadah Kegiatan Ekonomi Desa

Dilihat : 2721 Kali, Updated: Kamis, 11 Oktober 2018
BUMDES, Wadah Kegiatan Ekonomi Desa

Kutaliman, domain desa.

Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang menjalankan usaha di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum merupakan amanat Pasal 87 UU Nomor 6 tentang Desa. Tertuaang bahwa Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUM Desa, dikelola dengan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan untuk menjalankan usaha di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebuah desa yg memiliki beberapa pedukuhan dengan topografi bergunung-gunung, terdiri atas 7 wilayah Rukun Warga dengan 24 Rukun Tetangga, Desa Kutaliman berpenduduk hampir 5.000 jiwa. Pada wilayah Kecamatan Kedungbanteng Kutaliman tergolong desa yang berstatus dibawah rata-rata strata desa lainnya, dimana mayoritas penduduk hidup dengan pencaharian buruh dan petani.

Sebagaimana kebanyakan desa yang terletak pada kaki perbukitan, menyimpan berbagai potensi sumberdaya alam, air dan kesuburan alam serta permukiman yang masih perawan. Saluran irigasi, atau cacingan di persawahan sebagian besar masih alami. Kondisi demikian menarik perhatian Pemerintah Desa Kutaliman untuk menggali dan mamanfaatkan potensi yang ada.

Bermula dari ide Kepala Desa membangun saluran irigasi sawah yang mudah, cepat, efisien dan manfaat, lahirlah gagasan mencetak lungkang (U-block) untuk membangun saluran irigasi maupun drainase. Melalui koordinasi Bumdes Dana Nagara Rakca yang awalnya mengelola usaha jasa alsintan, menerima tawaran Agus "Iket" Listia, yang memesan hendak membeli sejumlah lungkang untuk membangun saluran air.

Dengan mempekerjakan dua orang warga desa, setelah tersedia peralatan dimulailah Bumdes memproduksi lungkang, paving block, gorong-gorong, pathok batas tanah dan berbagai bahan bangunan lainnya. Diawali untuk menenuhi pesanan Kades untuk membangun lingkungan desa, kini pesanan hasil produksi berdatangan dari desa bahkan kecamatan lain.

Modal awal yang bersumber dari APBDes, dipergunakan untuk proses pendirian dan belanja peralatan usaha, ditambah sejumlah dana hasil usaha jasa alsintan, tidak memadai untuk pengembangan usaha. Pemerintah Desa tanggap akan kondisi demikian, sehingga melalui APBDes menggalokasikan sejumlah dana untuk penyertaan modal.

Beroperasi belum mencapai dua tahun, Bumdes Dana Nagara Rakca, sudah tampak membuahkan hasil, sehingga gagasan perlusan unit usaha dengan menambah pekerja, kini tengah diupayakan untuk mengelola sektor usaha wisata (religi) dan budaya serta memulai sektor pengelolaan sampah dan air bersih.
AL/KS.

Related Posts

Komentar